6 Cara Memperbanyak ASI Yang Wajib Diketahui Oleh Ibu

Teknik-teknik memperbanyak ASI wajib diketahui oleh semua ibu, terutama untuk ibu-ibu yang tidak lancar mengeluarkan ASI.Memberikan ASI eksklusif untuk anak tentunya jauh lebih baik dibandingkan harus memberikan susu formula, sebab kandungan di dalam ASI tidak semua dapat ditemukan pada susu formula.

Ditambah lagi banyak sekali manfaat yang diberikan jika memberikan ASI secara eksklusif yaitu dapat memperkuat hubungan emosional antara ibu dan anak, namun tidak semua ibu dapat memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Sebab beberapa kasus ditemukan bahwa ASI yang dikeluarkan ibu tidak lancar, tentunya apabila ASI tidak dapat keluar maka ibu terpaksa memberikan susu formula.

Hal ini dikarenakan ASI merupakan makanan pada bayi, ASI yang keluar tidak lancar juga disebabkan oleh beberapa hal seperti menjalani diet ketat atau kekurangan air. Oleh sebab itu wajib bagi ibu-ibu mengetahui cara memperbanyak ASI salah satunya adalah dengan mengetahui jenis makanan untuk memperbanyak asi mengingat apabila tidak ada ASI maka dapat membuat bayi sangat tersiksa. Tentunya sebagai ibu Anda tidak akan tega melihat anak menangis karena kelaparan, karena jika makanan pada bayi tidak tercukupi maka dapat mengancam nyawanya.

1. Memperbanyak mengkonsumsi air putih

Saat ini masih banyak ibu menyusui yang malas mengkonsumsi air, alasan malasnya mengkonsumsi air putih adalah karena rasanya yang hambar. Padahal air merupakan faktor utama yang diperlukan agar ASI dapat diproduksi, karena ASI berbahan dasar air jadi tanpa air maka ASI tidak ada. Oleh sebab itu ibu harus mengkonsumsi air dengan banyak, minimal 8 gelas sehari agar ASI kental, berkualitas, dan kental.

Jadi bayi dapat tumbuh sehat karena mendapatkan ASI dengan teratur, apabila ibu bosan mengkonsumsi air putih maka dapat diselingi dengan jus buah. Karena kandungan di dalam buah sangat bagus untuk kesehatan tubuh serta pilihlah buah yang dapat membantu produksi ASI.

Tetapi ada baiknya jika ibu menghindari mengkonsumsi air dalam kemasan yang telah diberikan pemanis buatan, sebab pemanis buatan tersebut memberikan efek tidak baik terhadap perkembangan bayi. Jadi apabila Anda tidak menyukai rasa air putih yang hambar maka dapat menambah lemon atau timun, sebab selain dapat mengkonsumsi air putih dengan rasa segar maka infushid water juga sangat baik untuk kesehatan. Jadi Anda dapat mengkonsumsi air putih tanpa merasakan rasa hambar.

2. Memberikan ASI dengan teratur

Karena ASI tidak lancar maka banyak ibu yang tidak menyusui secara langsung kepada anaknya bahkan memberikan susu formula, padahal dengan menyusui secara langsung dapat memperbanyak ASI. Sebab rangsangan yang diberikan mulut bayi terhadap puting dapat membuat ASI berproduksi walaupun tidak dapat jumlah yang banyak, tetapi apabila diberikan rangsangan secara teratur maka lama kelamaan ASI dapat berproduksi banyak.

Karena semakin ASI dipompa maka semakin sedikit diproduksi oleh tubuh, sebab rangsangan yang diberikan berbeda dengan rangsangan pada mulut bayi. Hal ini dikarenakan payudara adalah pabrik ASI jadi agar dapat bekerja harus diberikan rangsangan, untuk memberikan ASI kepada bayi tidak perlu untuk menjadwalkannya. Berilah ASI setiap bayi meminta, biasanya 2 hingga 3 jam.

3. Mengganti payudara ketika menyusui

Ketika menyusui ada baiknya jika ibu menggunakan payudara secara bergantian, hal ini agar dapat memberikan waktu kepada payudara sebelahnya untuk terisi dan membuat bayi dapat puas meminum ASI. Sebab cara ini juga membuat bayi tidak terputus meminum ASI, oleh sebab itu berikan ASI sampai payudara terasa kosong.

Kemudian gantilah payudara di sebelahnya yang masih penuh, jadi ketika diberikan ASI pada payudara bagian kiri maka payudara bagian kanan akan memproduksi ASI. Setelah itu ketika memberikan ASI pada payudara bagian kiri maka bagian kanan akan memproduksi ASI, jadi ketika bayi meminta ASI maka masih ada stoknya. Sebab dibutuhkan waktu yang lama agar payudara dapat penuh dengan ASI apabila diproduksi oleh tubuh tidak banyak.

4. Memijat payudara

Memijat payudara terbukti memperbanyak ASI karena dapat melancarkan sirkulasi darah, jadi mempermudah proses produksinya. Untuk memijat payudara juga tidak dapat asal saja, terdapat beberapa teknik yang harus diperhatikan. Pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mengkompres payudara menggunakan handuk hangat selama 2 menit, ulangilah langkah ini selama 4 hingga 5 kali.

Kemudian pijatlah area puting secara perlahan dengan gerakan ke atas dan ke bawah, lalu pijatlah aerola dengan gerakan ke atas dan ke bawah lalu ke kiri dan ke kanan. Hal ini dilakukan sebanyak 5 hingga 6 kali pada setiap bagian payudara, langkah terakhir adalah dengan memijat payudara secara melingkar dengan mengikuti bentuknya sebanyak 5 hingga 6 kali. Kemudian pijatlah bagian areola secara melingkar dan spiral sebanyak 3 hingga 4 kali, serta tidak lupa pula untuk membersihkan payudara juga. Anda dapat menyabuni bagian puting dan aerola, hal ini bertujuan untuk membuat puting tidak kaku dan kering.

5. Menggunakan teknik menyusui yang baik dan benar

Masih banyak ibu yang tidak mengetahui bagaimana cara menyusui yang baik dan benar, padahal teknik menyusui juga mempengaruhi produksi ASI. Posisi menyusui yang benar adalah bayi harus menempel dengan ibu, kemudian posisi mulut dan dagu harus lengket dengan payudara serta mulut bayi harus terbuka lebar.

Hal ini bertujuan agar sebagai besar bagian areola terututup dengan mulut bayi, untuk posisi puting dan lengan bayi harus satu garis lurus. Jadi bayi dapat bebas mengisap ASI dengan kuat namun secara pelan-pelan, hal ini wajib diketahui oleh semua ibu terutama ibu muda. Sebab masih banyak ibu-ibu yang menyusui dengan posisi mencari aman agar tidak mudah pegal, apabila posisi menyusui tidak diperhatikan maka anak tidak dapat puas saat menyusui.

6. Tidak menggunakan dot susu

Tidak sedikit ibu yang memilih untuk memompa ASI dan memberikannya di dalam dot, namun jika Anda membiasakan anak untuk menggunakan dot maka besar kemungkinan untuknya menolak ketika menyusui dari sumbernya langsung. Hal ini dikarenakan ketika menggunakan dot maka ASI yang keluar lebih mudah dibandingkan dengan menyusui secara langsung, karena itulah bayi malas menyusui secara langsung karena harus kuat ketika menghisap payudara ibunya.

Oleh sebab itu hindarilah penggunaan dot terlalu berlebihan, sebab jika puting tidak diberikan rangsangan maka lama kelamaan akan membuat ASI tidak diproduksi. Walaupun ibu harus memompa ASI namun tidak ada salahnya sesekali memberikanya secara langsung dari payudara. Hal ini dapat dilakukan apabila si kecil tidak terlalu rewel ketika meminta ASI, apalagi pemberian ASI hasil pompa kualitasnya tidak sebagus ASI yang dikeluarkan dari payudara langsung. Sebab ASI pompa telah disimpan selama beberapa hari atau jam, sehingga rasanya tentunya berbeda. Karena itu ada baiknya jika ibu mempraktikkan cara ini agar dapat memperbanyak ASI.

You May Also Like

About the Author: Valley Pumpkin Fest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *